ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN , ANDALALIN JALAN NASIONAL , ANDALALIN KEMENT

Fenomena Andalalin

Menurut Murwono (2003) fenomena dampak lalu-lintas diakibatkan oleh
adanya pembangunan dan pengoperasian pusat kegiatan yang menimbulkan
bangkitan lalu lintas yang cukup besar, seperti pusat perkantoran pusat
perbelanjaan, terminal, dan lain-lain. Lebih lanjut dikatakan bahwa dampak lalu
lintas terjadi pada 2 (dua) tahap, yaitu :

  1. Tahap konstruksi/pembangunan. Pada tahap ini akan terjadi bangkitan
    lalu lintas akibat angkutan material dan mobilisasi alat berat yang
    membebani ruas jalan pada rute material;
  2. Tahap pasca konstruksi/saat beroperasi. Pada tahap ini akan terjadi
    bangkitan lalu-lintas dari pengunjung, pegawai dan penjual jasa
    transportasi yang akan membebani ruas-ruas jalan tertentu, serta
    timbulnya bangkitan parkir kendaraan.
    Tamin (2000) mengatakan bahwa setiap ruang kegiatan akan “membangkitkan”
    pergerakan dan “menarik” pergerakan yang intensitasnya tergantung pada jenis
    tata guna lahannya. Bila terdapat pembangunan dan pengembangan kawasan baru
    seperti pusat perbelanjaan, superblok dan lain-lain tentu akan menimbulkan
    tambahan bangkitan dan tarikan lalu lintas baru akibat kegiatan tambahan di
    dalam dan sekitar kawasan tersebut. Karena itulah, pembangunan kawasan baru
    dan pengembangannya akan memberikan pengaruh langsung terhadap sistem
    jaringan jalan di sekitarnya.
    Djamal (1993) mengemukakan 5 (lima) faktor / elemen penting yang
    akan menimbulkan dampak apabila sistem guna lahan berinteraksi dengan lalu
    lintas. Kelima elemen tersebut adalah :
  • Elemen Bangkitan / Tarikan Perjalanan, yang dipengaruhi oleh faktor
    tipe dan kelas peruntukan, intensitas serta lokasi bangkitan.
  • Elemen Kinerja Jaringan Ruas Jalan, yang mencakup kinerja ruas jalan
    dan persimpangan.
  • Elemen Akses, berkenaan dengan jumlah dan lokasi akses.
  • Elemen Ruang Parkir.
  • Elemen Lingkungan, khususnya berkenaan dengan dampak polusi dan
    kebisingan.
Hotman : Fenomena Lalu Lintas

The Institution of Highways and Transportation dalam Black dan
Blunden (1984) merekomendasikan pendekatan teknis dalam melakukan analisis
dampak lalu-lintas, sebagai berikut :

  1. Gambaran kondisi lalu lintas saat ini (existing).
  2. Gambaran Pembangunan yang akan dilakukan
  3. Estimasi pilihan moda dan tarikan perjalanan.
  4. Analisis Penyebaran Perjalanan.
  5. Identifikasi Rute Pembebanan Perjalanan.
  6. Identifikasi Tahun Pembebanan dan pertumbuhan lalu lintas.
  7. Analisis Dampak Lalu Lintas.
  8. Analisis Dampak Lingkungan.
  9. Pengaturan Tata Letak Internal.
  10. Pengaturan Parkir.
  11. Angkutan Umum.
  12. Pejalan kaki, pengendara sepeda dan penyandang cacat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Ada Pertanyaan?
Hi!
Ada yang bisa di bantu?